Bali, HAISAWIT.CO.ID – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyelenggarakan kegiatan edukasi bertajuk GenSawit 2026 di Universitas Udayana (Unud), Denpasar, Provinsi Bali, guna meningkatkan literasi perkebunan kelapa sawit bagi kalangan mahasiswa.
Acara yang berlangsung pada tanggal 20 Mei 2026 ini diikuti oleh 300 peserta dari kalangan civitas akademika serta menghadirkan berbagai narasumber kompeten dari sektor akademisi dan praktisi.
Dilansir dari laman BPDP, Rabu (03/06/2026), forum edukasi GenSawit 2026 di Universitas Udayana Bali ini menyajikan pemaparan data objektif mengenai peluang, tantangan, serta arah pengembangan masa depan industri kelapa sawit nasional.
Hingga tahun 2025, total luas lahan perkebunan kelapa sawit di Indonesia tercatat mencapai sekitar 16,8 juta hektare, dengan porsi pengelolaan yang cukup besar berada di tangan masyarakat langsung.
Data menunjukkan bahwa sekitar 42 persen dari keseluruhan luasan lahan perkebunan kelapa sawit nasional tersebut saat ini dikelola dan dimiliki secara mandiri oleh para petani rakyat di Indonesia.
Fakta alokasi pengusahaan lahan tersebut membuktikan bahwa komoditas kelapa sawit tidak hanya didominasi oleh perusahaan besar, melainkan juga mengakar kuat sebagai penopang utama roda perekonomian keluarga jutaan masyarakat.
Indonesia sendiri saat ini menempati posisi sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, dengan mencatatkan volume total produksi mencapai sekitar 46,5 juta ton pada tahun 2025 yang lalu.
Melalui capaian volume produksi komoditas tersebut, industri kelapa sawit nasional berhasil menyumbang perolehan devisa negara dalam jumlah yang sangat signifikan, yaitu mencapai sekitar US$30,5 miliar.
Sektor perkebunan ini juga menjadi tumpuan penyerapan tenaga kerja yang sangat masif di Indonesia, dengan menyediakan lapangan pekerjaan bagi sekitar 19,5 juta orang baik secara langsung maupun tidak langsung.
Selain memberikan kontribusi besar bagi indikator makroekonomi, kelapa sawit memperkuat ketahanan energi nasional melalui pasokan bahan baku program biodiesel B40 guna meminimalkan ketergantungan terhadap sumber energi berbasis fosil.
Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Yanto Santosa, memaparkan materi seputar pentingnya aspek tata kelola kelestarian lingkungan demi kemajuan industri kelapa sawit nasional.
Sementara itu, Ketua Departemen Sumber Daya Manusia (SDM) dan Hubungan Internasional Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Djono Albar Burhan, menguraikan manfaat nyata kelapa sawit.
Forum ini mengajak civitas akademika Unud untuk aktif memberikan kontribusi pemikiran berupa inovasi, riset ilmiah, pemanfaatan teknologi baru, serta penguatan penyebaran narasi kelapa sawit yang objektif berbasis data valid.



